Watchers
3.25.2010
Gettin' Ready
3.21.2010
Memoar Kecil untuk Apollo
Tadi siang, gue iseng ngeliatin foto-foto MABIS-nya Apollo . Merhatiin satu-satu jejak kenangan perjuangan kita selama seminggu. Merhatiin perbedaannya anak-anak Apollo pas baru masuk CM sama anak-anak yang sekarang.
Nyadarin kalau dulu ada banyak anak akhwat yang nggak bisa pakai jilbab kain (termasuk gue, hehe), ikhwan yang potongan rambutnya masih nggak jelas, kekonyolan gaya dan sikap yang bikin ketawa, dan hal-hal yang berbeda dari sekarang. Mengenang lagi masa-masa dimarahin esselon, dikerjain LO, sesi acara, dan esselon, lari-lari ngejar waktu, mintain tanda tangannya para LO, rame-rame battle yel-yel per kelompok (dengan yel-yel yang nggak jelas dan gokil), dan sejuta kenangan indah lainnya. Menyadari kalau masa-masa itu adalah salah satu masa terpenting kita selama hidup di CMBBS. Dan juga menyadari kalau waktu baru masuk, badan gue bener-bener kayak guling jalan dengan model jilbab yang acak-acakan.
Waktu-waktu dimana seorang Zakki Rachmani, Annisa Anggreany, dan Muhammad Rozikhin masih bergabung dengan kita.
Gue inget lagi berbagai kekonyolan yang gue lakukan waktu gue baru masuk CM. Telat ke masjid bareng anak-anak Sikomo di hari pertama hidup di CM. Nangis bareng anak-anak karena homesick. Ngegangguin Gajoy yang lagi nelpon bapaknya karena gue mau nelpon (dan juga nguping separoh pembicaraannya dengan bapaknya). Salah manggil si Ara jadi Lia. Nggak kenal satupun anak ikhwan kecuali Fathin, Adinna, Hibran, dan Faris (itu karena gue udah kenal mereka dari dulu. Fathin itu kakak temennya adek gue, Faris dan Hibran itu temen SD gue, dan Adinna... karena dia sensasional. Hehe). Kenal Dalton gara-gara dia dikerjain Ukhti Malia buat nanyain 10 nama anak akhwat. Kesusahan ngapalin nama anak-anak satu angkatan. Bikin konde buat upacara Bahasa Jawa (dimana si konde sialan itu jatoh-jatohan terus pas upacara). Ngejagain baik-baik tissue ‘tiket MABIS’ sampe itu tissue gue bungkus pake plastik obat.
Terus berlanjut. Semuanya berlanjut, dan gue sadar: gue dan anak-anak Apollo lainnya udah melewati waktu yang cukup lama di sini. Berapa lama, teman-teman? Satu semester lewat dua bulan. Bukan waktu yang sebentar. Banyak hal yang udah kita lewati. Tangis. Tawa. Kemarahan. Kebahagiaan. Kesedihan. Kejutan. Kompetisi. Dari awal di mana kalau ngumpul nggak jelas siapa yang mimpin sampai sekarang, di mana kita udah punya Yoga dan Lia sebagai ketua kita.
Dan sampai sekarang, gue pun menyadari kalau kita memang belum mampu menyatu, satu pikiran, satu pandangan. Gue akuin, hal ini emang sulit banget untuk dilakukan. 90 orang intelek dengan berbagai karakter dan cara pandang? Pasti nggak mungkin dapat bersatu dalam waktu cepat. Semua butuh proses, butuh waktu. Emang, nggak jarang ada pertikaian di antara kita, sampai kita membenci satu sama lain. Tapi apa kita nggak sadar, bahwa kita cuma punya satu sama lain untuk terus bertahan di CM?
Gue berharap, cepat atau lambat, dengan masuknya adik kelas di CM atau dengan naiknya kita sebagai pengurus OSIS, kita akan jadi satu, teguh, dan tak terpatahkan. Damai sentausa di tiap perkumpulan. Dapat lebih menyayangi dan menghargai satu sama lain. Lebih solid. Lebih tangguh.
Gue mohon, jangan ada orang yang pesimis duluan kalau kita nggak bakal bisa nyatu. Pandangan kayak gini yang sebenernya bikin makin kita kepecah belah. Gue mohon dengan sangat, tolong optimis dan yakin kalau kita bisa nyatu. Sadar, kalau kita adalah saudara, suatu tubuh yang harus saling bantu-membantu demi kelangsungan CMBBS, sekolah kita. Demi kelancaran kehidupan kita di CMBBS. Dan gue mohon, tolong jangan bikin Apollo kehilangan salah satu astronotnya lagi. Cukup 3 astronot kita yang berpindah pesawat. Jangan ada lagi. Gue mohon, kuat untuk menjalani semua hal di CM. Hadapi rintangan dengan tangguh, yakin, dan semangat. Jadilah pemenang. Gue mohon, jangan sampai Apollo kehilangan salah satu astronotnya lagi. Please.
Gue yakin Apollo bisa. Pasti bisa.
Gue sayang kalian, Apollo. Sangat sayang kalian.
Betewe, mari kita kacaukan dan hebohkan Ragunan tanggal 15 April depan. Hehehe...
3.13.2010
An Unclear Entry
3.03.2010
Around SONLIS, UTS, and 'Teeew'
2.23.2010
Road to SONLIS 2010
2.13.2010
Etimologi Abstrak
Langsung ke pokok pembicaraan aja. Dari lahir, gue dikasih nama lengkap Puti Priyanka Andiyani, yang merupakan hasil kolaborasi kreatifitas bokap dan kakek gue. Awalnya, kakek gue pengen ngasih gue nama Puti Raniak Jintan, tapi bokap gue menolak. Bagus lah, gue nggak tau bakal jadi apa gue kalo nama itu beneran gue pake. Padang banget, Man. Bokap dan kakek gue akhirnya muter otak lagi. Kakek gue bertahan dengan nama Puti-nya, dan tugas bokap guelah untuk nyari nama tengah dan nama belakang gue.
Berhubung bokap gue demen banget ngeliat anaknya Indhira Gandhi, si Priyanka Gandhi yang kata bokap gue cantik banget gitu, jadilah gue kedapetan namanya. Setelah gue cari di internet, ternyata Priyanka itu artinya ‘the symbol of love’. Hahay. Gak nyangka punya nama berarti keren.
Kalo soal Andiyani... sampe sekarang gue masih belom tau kenapa gue dikasih nama itu. Entahlah, bokap masih belom cerita sekarang. Yang jelas, itu nama udah nempel di nama gue. Tapi sialnya, nama terakhir ini sering banget dilupakan selama hidup gue. Dulu, di absen tempat les gue, nama gue cuma Puti Priyanka. Sekarang juga, kalau ada pengumuman apa-apa, baik yang disiarin MATRIX dari masjid atau ditempel di papan pengumuman, nama gue juga cuma Puti Priyanka (salah eja, pula). Sampe-sampe gue heran: apa dosa nama belakang gue sehingga nama ini sering dilupakan?
Berlanjut ke soal nama panggilan. Dari kecil sampe kelas 1 SD, nama panggilan gue cuma satu: Puti. Ada yang iseng manggil gue Puput, tapi biasanya nggak gue hirauin karena temen TK gue ada juga yang namanya Puput. Setelah adek gue lahir, nambah satulah panggilan gue: Uni, yang berarti kakak perempuan dalam bahasa Minang. Sampe kelas 6 SD, gitu-gitu aja panggilan gue.
2.05.2010
Hupla Hupla Hooop
Surprisingly, dua ulangan Biologi gue yang tentang Fungi dan Biodiversity LULUS dengan nilai yang sangat memuaskan, di atas 8. Gue bengong, bahkan sampe nanya ke Miss Retno, "Miss ini beneran nilai saya?" Soalnya, semester lalu, nilai gue nggak beranjak dari 74, hehehe.
Besok, gue balik ke Tangerang lebih awal karena mau ke IC dulu, ada technical meeting buat lomba newscasting di SONIC LINGUISTIC 2010. Berangkat jam 8 dari CM naek mobilnya Fanny *kata si Yoga mah begitu*.
Mana malem ini Public Speaking. BAHASA ARAB, MEEEN.
Just wish me luck, People.
Oh iyah, lupa. Besok pagi mau ngerjain remed fisika =____=
XI IPS, wait for me.
Ciao.